ARSINDONEWS
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita

Terkait Suap dan Gratifikasi Nurhadi Cs, KPK sita Sejumlah Barang Mewah

0 7,198

ArsindoNews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah barang-barang mewah yang berkaitan dengan tersangka mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman. Barang mewah berupa tas dan sepatu turut disita, karena ada kaitannya dengan kasus suap dan gratikasi Rp 46 miliar yang menyeret Nurhadi.

“Iya benar, terkait perkara dengan tersangka NHD dkk penyidik telah melakukan penyitaan terkait beberapa barang yang diduga ada kaitannya dengan perbuatan para tersangka, diantarnya berupa tas dan sepatu,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dikonfirmasi, Selasa (16/6).

Juru bicara KPK berlatar belakang Jaksa ini tak merinci terkait jumlah dan merek tas serta sepatu yang telah disita KPK. Namun, dia menyebut barang-barang itu bernilai ekonomis. “Yang cukup bernilai ekonomis,” tukas Ali.

Sebelumnya, KPK juga telah menyita tiga kendaraan hingga uang tunai yang diamankan saat penangkapan Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono. KPK menyebut barang-barang itu berkaitan dengan kasus suap-gratifikasi Rp 46 miliar.

“Setelah penyidik KPK melakukan analisis dan disimpulkan barang tersebut ada kaitannya dengan dugaan perbuatan para tersangka. Maka hari Rabu (10/6) penyidik melakukan penyitaan,” jelas Ali.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan tiga orang tersangka terkait pengurusan kasus di MA. Mereka adalah mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi (NHD), menantunya Rezky Herbiyono (RHE) dan Direktur PT Mukticon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto (HS). Diduga telah terjadi adanya pengurusan perkara terkait dengan kasus perdata PT. MIT melawan PT. KBN (Persero) pada tahun 2010 silam.

Nurhadi yang ketika itu menjabat Sekretaris MA dan menantunya diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT. MIT dari tersangka Hiendra untuk mengurus perkara peninjauan kembali (PK) atas putusan Kasasi Nomor: 2570 K/Pdt/2012 antara PT MIT dan PT KBN (Persero).

Poses hukum dan pelaksanaan eksekusi lahan PT MIT di lokasi milik PT KBN (Persero) oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara agar dapat ditangguhkan. Untuk membiayai pengurusan perkara tersebut tersangka Rezky menjaminkan delapan lembar cek dari PT. MIT dan tiga lembar cek milik Rezky untuk mendapatkan uang dengan nilai Rp 14 miliar.

Setelah menjadi buronan, Nurhadi beserta menantunya Rezky Herbiyono berhasil diamankan KPK. Namun, hingga kini Hiendra Soenjoto masih dalam kejaran KPK.

Nurhadi dan Rezky lantas disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Hiendra disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(japos/AN)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy