ARSINDONEWS
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita

Perampok Bacok Tangan Korban, Rp 130 Juta Melayang

0 1,049

ArsindoNews – Begal kembali berulah di Sidoarjo. Selasa (21/4) Zakaria menjadi korban aksi sadis kawanan bandit. Warga Desa Trompoasri, Jabon, itu dibacok. Uang Rp 130 juta dirampas. Kejadian tersebut bermula setelah Zakaria mengambil uang dari bank di wilayah Gempol, Pasuruan.

Pria 50 tahun itu menarik uang tunai Rp 260 juta. Dana tersebut hendak digunakan sebagai modal berdagang beras dan gabah.

Saking banyaknya uang yang diterima, Zakaria menyimpan dana tersebut di dua tempat. Sebanyak Rp 130 juta diletakkan di tas plastik. Sisanya, Rp 130 juta, dimasukkan ke tas. Keduanya dimasukkan di jok motor.

Setelah menerima uang, Zakaria bergegas pulang. Dia mengendarai motor Yamaha N-Max N menuju rumahnya di Desa Trompoasri.

Kades Trompoasri Samsul menuturkan, pukul 14.00 Zakaria melaju di Jalan Dusun Jangan Asem. Tepatnya di RT 9, RW 4. Jarak rumahnya tinggal selemparan batu. ’’Tapi, dia tiba-tiba dipepet dua pengendara. Satu motor dikendarai dua orang,’’ ucapnya.

Total ada empat pelaku yang memepet Zakaria. Dia kalut. Berkali-kali berusaha melepaskan diri. Dari arah kiri, seorang pelaku mengeluarkan pedang. ’’Bandit menyabet pergelangan tangan kiri Zakaria,’’ katanya.

Sabetan pedang itu membuat Zakaria oleng. Dia jatuh tersungkur. Pergelangan tangannya hampir putus. Salah satu pelaku turun. Dia membuka paksa jok motor. Tas milik Zakaria dibawa. Tiga pelaku lain berjaga.

Sejatinya Zakaria sempat melawan. Dengan menahan sakit, dia bangkit. Berupaya merebut tas yang sudah berada di genggaman pelaku. ’’Korban dan pelaku sempat tarik-menarik,’’ paparnya.

Zakaria sempat mendapatkan bantuan. Sejumlah warga ikut membantu. Satu pelaku dihajar. Bandit kewalahan. Namun, tiga pelaku lain turun tangan. Membantu temannya yang tidak lagi berdaya. ’’Warga saya diancam pedang. Akhirnya maling terpaksa dilepas,’’ tuturnya.

Tas berisi uang Rp 130 juta tidak bisa diselamatkan. Maling kabur. Warga bergegas menolong Zakaria. Dia dilarikan ke RS Pusdikgasum, Porong. Zakaria mendapatkan lebih dari 10 jahitan. Pergelangan tangannya nyaris putus. Samsul meminta polisi segera turun tangan. Memburu keberadaan pelaku. ’’Kejadian itu membuat warga resah,’’ jelasnya.

Aksi begal tersebut menambah panjang daftar kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang harus dituntaskan Polresta Sidoarjo. Terhitung ada tiga kejahatan jalanan bulan ini. Polisi masih memburu keberadaan pelaku.

Awal Februari lalu Brian Cheisa Sanjaya menjadi korban begal. Sepeda motor Honda Mio bernopol L 4147 MY miliknya dirampas dua orang di Jalan KH Ali Mas’ud. Pelaku juga membacok kepala pemuda 21 tahun itu.

Peristiwa tersebut terjadi pada 15 April lalu. Kawanan bandit kembali beraksi di Jalan KH Ali Mas’ud. Dua warga Desa Sidokerto, Buduran, menjadi bulan-bulanan pelaku. Arif Fauzan dan Chandra Pratama dicegat menjelang pagi. Keduanya lantas dipukuli 12 orang. Motor Honda Beat bernopol W 4868 VZ milik Arif dirampas (selengkapnya baca grafis).

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Ambuka Yudha Hardi Putra membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat ini petugas sudah berada di TKP untuk melakukan penyelidikan dan berupaya menemukan petunjuk. ’’Semoga segera diringkus,’’ ucapnya.

Maraknya aksi begal menjadi perhatian Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji. Pihaknya berjanji menindak tegas pelaku. ’’Tidak ada toleransi lagi,’’ ucapnya.

Terlebih, Sidoarjo bakal menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebagai upaya menekan laju merebaknya virus Covid-19. Aksi kejahatan jalanan diprediksi semakin bertambah.

Pria asal Nganjuk itu sudah mengantisipasi. Salah satu kebijakan yang akan diterapkan adalah penegakan tegas terukur. Tembak di tempat bagi semua pelaku. ’’Ini sebagai warning agar pelaku tidak main-main di Sidoarjo,’’ jelasnya.

(Japos/AN)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy