ARSINDONEWS
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita

DIRRESKRIMUS Polda Metro Jaya di Gugat Praperadilan Ke PN Jaksel

0 997

ArsindoNews, Jakarta – Dirreskrimus Polda Metro Jaya di Gugat Praperadilan oleh pemohon FGP melalui Kuasa Hukumnya, Advokat Ramot Situmeang,SH.,MH dan Partner’s ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Gugatan praperadilan yang dilayangkan pemohon melalui kuasa hukumnya terhadap Dirreskrimus Polda Metro Jaya atas penangkapan dengan kasus dugaan terlibat dalam jaringan situs protitusi online, sehingga menjadikannya FGP sebagai tersangka.

Berdasarkan surat dari PN Jaksel, pertanggal 23 september 2021 menyebutkan, sidang perdana akan digelar pada hari Senin, 04/10/2021, Pukul.09.00 Wib. Dengan agenda pemanggilan pihak-pihak yang berperkara, yakni kuasa hukum FGP selaku pemohon dan Dirreskrimus Polda metro jaya selaku termohon.

Sementara itu, salah satu Kuasa Hukum FGP, Manaek Manurung, SH mengatakan bahwa proses penangkapan dan penahanan FGP begitu sangat rancuh dan aneh,sebab tidak sesuaii prosedur hukum yang semestinya, baik atas proses dalam tahapan penyelidikan dan penyidikan. (dilansir dari tv45.co.id)

Bahkan anehnya, hingga penangkapan FGP saat dipekan baru tanggal 9 juli 2021 lalu, diduga dengan cara cara premanisme tidak sesuai layaknya aparat penegak hukum tanpa menunjukkan surat tugas dan surat penangkapan terlebi dahulu.

” Hal ini seharusnya menjadi perhatian pimpinan polri agar dapat membina dan mendidik anggotanya supaya dalam bertugas selalu berprilaku humanis dan sesuai SOP, Sebab banyak dugaan keanehan yang fatal dari proses hukum ini.” ujarnya saat ditemuai awak media di PN Jaksel.

Sementara itu Advokat Ramot Situmeang yang juga kuasa hukum dari FGP menjelaskan kronologis singkat atas kasus yang dialami Tersangka FGP dari keterangan kuasa hukumnya adalah korban tindak pidana dari orang lain, yang mana rekening BCA miliknya disalah gunakan oleh orang lain untuk terlibat di situs prostitusi online.

Untuk diketahui bersama, atas kasus ini pihak pemohon sudah melayangkan surat kebeberapa instansi/lembaga terkait sejak tanggal 01 Oktober 2021, sudah melayangkan surat ke komisi Yudisial (KY) agar bisa mengawasi dan mengawal persidangan ini.

” kami juga sudah bersurat ke kapolri, Komisi III DPR RI, Paminal, Irwasum, Irwasda, Kompolnas, Ke Kabid Propam Polda Metro Jaya, Ke Kadiv Propam Mabes Polri, dan nantinya akan kami layangkan surat dan audiens ke Komnas HAM, sebab proses hukum ini baik dari penangkapan dan penahanan terdapat indikasi pelanggaran HAM, dari kabat yang kami dapat bahwa tersangka saat ini sedang dalam kondisi sakit didalam rumah tahanan Polda Metro Jaya,” Terangnya.

Penangkapan dan penahanan FGP atas dasar laporan Nomor LP/B/3385/VII/2021/POLDA METRO JAYA. Tersangka FGP dilaporkan dengan dugaan Tindak Pidana Manipulasi Dokumen Elektronik milik orang lain, pada tanggal 7 Juli 2021 lalu. Dalam kasus ini, FGP dilaporkan oleh seseorang yang bernama Maharani Augustina Budiningrum.

(Sumber: tv45)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy