ARSINDONEWS
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita

Belum Terima Gaji Maret dan April, Pemain Persis Solo Mengadu ke APPI

0 843

ArsindoNews – Direkrut Persis Solo musim ini, Gufroni Al Maruf sebenarnya punya harapan besar. Jarang dimainkan ketika membela Madura United musim lalu, dia bertekad akan menunjukkan performa maksimal di Liga 2 bersama Laskar Samber Nyawa, julukan Persis.

Tapi, tekad itu berbanding terbalik dengan realitas yang dihadapinya. Selain belum bisa memberikan yang terbaik akibat ditundanya kompetisi Liga 2 gara-gara pandemi korona, pemain asal Malang itu juga harus merasakan pedihnya tidak digaji lagi. Hal serupa pernah dia alami pada musim 2017, ketika berseragam Persegres Gresik United.

Ya, di klub barunya itu, Gufroni harus menerima kenyataan bahwa Persis belum mencairkan gaji. Jangankan bulan April, untuk Maret lalu saja tidak ada uang yang masuk ke rekeningnya. Padahal, dia dan rekan-rekannya sudah menjalani latihan intens untuk menghadapi kompetisi.

Bukannya diam menghadapi perlakuan tidak mengenakkan itu, Gufroni sempat mengajukan protes akan gajinya. Namun, tidak ada jawaban yang pasti. ’’Kesel nagihnya,’’ katanya. Dia juga tidak mau memikirkan adanya isu bahwa manajemen hanya mampu membayar kurang dari 25 persen gajinya di bulan Maret. ’’Yang penting dibayar dulu,’’ lanjutnya.

Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) diakuinya juga sudah mendengar soal hal tersebut. Walau tidak masuk anggota, rekan setim Gufroni, yakni Hapidin, adalah anggota APPI. ’’Hapidin sudah bicara dengan Bang Ponaryo Astaman (GM APPI),’’ ungkapnya.

Sekjen APPI Mohamad Hardika Aji menyatakan tahu soal kabar Persis belum membayar gaji pemainnya. Tapi, sejauh ini belum ada laporan resmi dari para pemain mengenai hal tersebut. ’’Belum lapor secara clear,’’ ujarnya.

Sementara itu, CEO Persis Azmy Alqamar tidak membantah bahwa pihaknya belum membayar gaji pemain. Tapi, dia tidak mau pihaknya disebut lepas tangan soal itu. Manajemen memastikan bakal segera membayar gaji para pemain tersebut secepatnya. ’’Manajemen tetap bertanggung jawab. Gaji pemain akan kami berikan 25 persen. Tapi, kami juga akan berusaha membayar lebih dari itu,’’ ucapnya.

Azmy menjelaskan, tertunggaknya gaji para pemain tak lepas dari pandemi korona yang menyerang saat ini. Masih belum mendapatkan sponsor kian membuat keuangan klub berkostum merah itu makin sulit. ’’Harapan kami dapat sponsor saat kompetisi berjalan. Tapi, saat kompetisi berlangsung, laga ditangguhkan,’’ ungkapnya.

Nah, pekan depan pihaknya berencana membayar gaji para pemain. Khususnya untuk gaji bulan Maret. Karena itu, dia berharap ada pengertian dari para pemain mengenai kondisi klub saat ini. ’’Kondisi saat ini memang tidak diharapkan. Tapi, jangan cepat berpikir pemain yang benar dan manajemen yang salah,’’ tegasnya.

(Japos/AN)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy